Penyebab Penyakit Hepatitis Pada Hati

Penyakit hepatitis adalah penyakit yang terjadi meradangnya hati. Peradangan atau inflamasi ini biasanya bisa menyebabkan sel-sel mengalami kerusakan, jaringan atau bahkan juga smeua organ hati. Penyakit hepatitis pada hati ini bisa terjadi karena memang ada yang menyerang sel-sel hati atau karena juga ada penyakit yang bisa menyebabkan masalah komplikasi pada hati. Penyebab penyakit hepatitis pada hati bisa terjadi karena beberapa hal.

Penyebab penyakit hepatitis pada hati disebabkan karena infeksi virus, infeksi non-virus, Leptospira icterphaemorragica merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena infeksi akut oleh bakteri yang disebut dengan nama laptospira. Penyakit ini biasanya menyebar dari hewan yang terinfeksi kepada manusia, baik melalui kontak langsung maupun kontak melalui air atau tanah yang terkontaminasi.

Penyebab penyakit hepatitis pada hati juga bisa disebabkan karena Toxoplasma gondii. Ini merupakan salah satu parasit, kucing, atau hewan peliharaan lainnya. penyakit ini bisa menyebabkan masalah penyakit yang disebut dengan toksoplasmosis.

Penyebab penyakit hepatitis pada hati bisa juga disebabkan karena bahan kimia. Bahan kimia ini yakni racun,  cendawan yang beracun, kloroform atau zat kimia yang dulu secara luas digunakan sebagai obat bius umum. Karena obat ini bisa merusak hati dan bisa mempengatuhi jantung, kloroform ini digunakan hanya dalam konsentrasi rendah sebagai suatu pengawet.

Penyebab penyakit hepatitis pada hati juga bisa disebabkan karena masalah metabolisme abnormal. Penyakit Wilson misalnya ini disebabkan oleh cacat bawaan dalam hal metabolisme unsur tembaga. Ada kelebihan unsur tembaga dan karenanya, terjadinya timbunan dalam organ, misalnya seperti hati dan juga otak.

Perlemakan hati selama kehamilan, in merupakan suatu kondisi dimana terjadi timbunan lemak pada hati. Salah satu penyebabnya adalah penyakit nutrisi dan juga merupakan salah satu yang jarang pada kehamilan lanjut. Gejalanya biasanya adalah hilangnya nafsu makan, lever besar, dan gangguan pencernaan.

Pasokan darah yang berkurang juga bisa menjadi masalah dari penyakit hepatitis pada hati. Shock atau suatu kondisi yang dikaitkan dengan tekanan darah rendah. Pada gilirannya, hal ini bisa mempengaruhi pasokan darah pada berbagai organ tubuh. Gagal hati yang parah.

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis A Anak

Salah satu cara yang paling mudah untuk memperkirakan bahwa seseorang menderita penyakit hepatitis adalah melihat pada sklera. Secara normal, sklera berwarna putih. Bila seseorang terkena hepatitis, sklera dapat ditimbuni oleh bilirubin sehingga menjadi berwarna kuning. Keadaan ini terjadi peningkatan kadar bilirubin darah yang secara mudah dapat dilihat melalui gambaran sklera yang berwarna kuning ini dinamakan ikterik. Namun hal ini berbeda dengan hepatitis a anak yang tidak merasakan gejala apa-apa.

Pada anak-anak dibawah usia 6 tahun, 80-95% penderita tidak mengalami gejala sama sekali (asimpomatik). Seandainya anak-anak dibawah umur 6 tahun mengalami keluhan akibat hepatitis A anak yang dideritanya, umumnya ikterik tidak dijumpai. Sebaliknya pada penderita hepatitis dewasa, kebanyakan diantaranya memberikan keluhan dan 75-90% diantaranya mengalami ikterik.

vaksinasi-hepatitis-B

Kira-kira antara 0,1-2,1% pasien yang mengalami hepatitis A anak dapat berakhir dengan kematian. Pasalnya hati mengalami kerusakan yang sangat berat atau pasien yang dikenal sebagai hepatitis fulminan. Kematian pada pasien yang mengalami hepatitis fulminan atau hepatitis yang berat lebih banyak diderita pada kelompok dewasa dibandingkan kelompok anak-anak, terutama kelompok dewasa yang juga menderita penyakit lain, seperti hepatitis B, gangguan sistem pernapasan, gangguan hati, gangguan pembuluh darah, dsb.

Hepatitis A mengancam setiap orang. Dalam kondisi lelah fisik, makan sembarangan, saat kekebalan tubuh menurun resiko tertular hepatitis pun meningkat. Meskipun tidak mengakibatkan resiko kematian yang besar, namun hepatitis A beresiko menimbulkan kejadian luarb biasa atau outbreak. Meskipun demikian, Anda tidak perlu panik. Pada dasarnya penyakit ini bersifat self limited disease (dapat sembuh dengan sendirinya). Namun tentu diperlukan kiat-kiat untuk menghadapinya.

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Hepatitis A

Seperti kebanyakan penyakit infeksi lainnya, pencegahan merupakan langkah utama dalam menanggulangi hepatitis A. Pencegahan penularan hepatitis A dapat bersifat spesifik dan non spesifik. Pencegahan non spesifik dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan sekitar. Sedangkan pencegahan spesifik adalah dengan vaksinasi.

Menjaga kebersihan adalah cara terbaik dalam upaya pencegahan hepatitis A. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci bahan makanan sebelum  dimasak dapat mengurangi jumlah virus hepatitis A dalam bahan makanan tersebut. Virus hepatitis A pun akan terinaktivasi (lemah) bila bahan makanan yang dimasak pada suhu minimal 85% selama 1 menit.

Mencuci tangan dengan sabuh dibawah air yang mengalir juga dapat mencegah penyakit hepatitis A. Tindakan inilah yang harus digalakkan  agar dapat diterapkan oleh semua lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski pelaksanaannya sangat mudah, tindakan ini dapat menghindarkan kita dari hepatitis A, juga beragam penyakit infeksi lainnya seperti diare dan ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Atas).

Posted in Penyebab Hepatitis | Leave a comment

Mencegah Hepatitis A

Hepatitis A merupakan salah satu penyakit menular yang cukup berbahaya, terutama dikalangan anak sekolah. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, misalnya berupa demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, perut tidak nyaman, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata dan kulit.

Namun penyakit yang ditularkan melalui kontak manusia, yaitu memasukkan makanan/minuman yang telah tercemar virus hepatitis ke dalam mulut. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan mudah. Salah satu pencegahan yakni proses memasak yang harus dilakukan dengan baik.

Ada 5 tips penting agar makanan yang di produksi aman dari virus hepatitis A yaitu :

  1. Menjaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum masak dan setelah keluar toilet, cuci alat-alat masak dan makan, dapur harus bersih, tidak ada binatang, serangga, dll.
  2. Kedua, pisahkan bahan makanan menggunakan alat dapur dan alat makan yang berbeda serta simpan di tempat berbeda.
  3. Ketiga masak makanan hingga matang. Masak sampai matang terutama daging, ayam, telur, seafood, rebus sup hingga 70 derajat celcius. Untu daging dan ayam pastikan tidak masih berwarna pink serta panaskan makanan yang sudah matang dengan benar.
  4. Keempat, simpan makanan disuhu aman. Jangan simpan makanan matang disuhu ruangan terlalu lama, masukan makanan ke dalam lemari es bila ingin disimpan, sebelum dihidangkan, panaskan sampai lebih dari 60 derajat celcius, serta jangan simpan terlalu lama dilemari es.
  5. Kelima, gunakan air yang bersih dan bahan makanan yang baik. Pilih bahan makanan yang segar, air yang bersih, proses memasak yang baik, cuci buah dan sayur dengan baik, serta tidak menggunakan bahan makanan yang sudah kadaluarsa.

Sementara pencegahan umum hepatitis A lain adalah :

  • Menghindari makanan dan minuman yang kotor. HIndari makanan yang sudah berjamur dan mengandung zat pengawet. Cuci bersih sayuran dan buah yang dimakan mentah.
  • Memperbaiki sanitasi lingkungan dan pribadi. Lakukan cuci tangan yang bersih setelah kontak dengan darah, feses, dan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Biasakan masyarakat agar buang air di wc. Selalu mencuci tangan sebelum makan.
Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , | Leave a comment

Vaksin Untuk Hepatitis A

Vaksin hepatitis A kini sudah banyak dilakukan pada balita. Pemerintah menganjurikan pemberiannya pada anak usia 2 hingga 12 tahun. Meskipun bukan imunisasi wajib, namun pemberian vaksinasi ini 95% dapat melindungi anak seumur hidup. Meski demikian vaksinasi secara massal tidak dianjurkan oleh Departemen Kesehatan. Karena pada kenyataanya Indonesia adalah negara dengan pravalensi tinggi hepatitis Perlu diketahui bahwa terinfeksi adalah masuknya virus ke dalam tubuh yang belum tentu menimbulkan penyakit. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala. Tetapi dalam tubuh sudah terbentuk antibodi yang melindunginya terhadap virus hepatitis A seumur hidup. Namun ada juga dari meraka yang terinfeksi kemudian timbul gejala (inilah yang dinamakan sakit hepatitis A). Keadaan ini tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing individu.

Berdasarkan kenyataan diatas maka pemberian vaksinasi hepatitis a pada orang dewasa atau vaksinasi secara massal tidak terlalu dianjurkan pada masyarakat Indonesia. Namun baksinasi hepartitis A masih diperlukan  bagi penduduk negara laun yang pravalensi terhadap hepatitis A-nya rendah (terutama negara maju), jika mereka ingin datang ke Indonesia.

Tinggi rendahnya pravalensi hepatitis A suatu negara tergantung dari tingkat ekonomi, pendidikan, dan sanitasi penduduknya. Oleh karena itu, hepatitis A masih tergolong tinggi di banyak negara berkembang dan relatif sangat rendah di negara-negara maju.

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A, B, dan C adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Hingga saat ini ada banyak sekali jenis virus hepatitis yang ditemukan, namun yang terbanyak di Indonesia adalah jenis virus hepatitis A, B, C, dan D.

Jika seseorang terinfeksi virus hepatitis A maka penyakit tersebut tidak akan berubah menjadi hepatitis B atau C. Demikian juga sebaliknya. Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang sifatnya akut, yaitu berlangsung selama kurang dari 6 bulan. Sedangkan hepatitis B dan C bersifat kronik, yang bisa berlangsung lebih dari 6 bulan.

Perlu diingat bahwa penyakit hepatitis atau peradangan hati tidak hanya disebabkan oleh keempat jenis virus hepatitis diatas. Namun juga bisa disebabkan oleh virus Dengue dan HIV. Bedanya kedua virus ini tidak spesifik hanya menginfeksi hati (liver) saja, sedangkan hepatitis A, B, dan C spesifik hanya menginfeksi hati.

Penularan penyakit ini adalah melalui jalur fekal-oral. Artinya seseorang bisa tertular melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar oleh virus hepatitis A yang berasal dari feses (kotoran/tinja) penderita hepatitis A. Makanan yang tidak di cuci dengan baik atau dimasak setengah matang biasanya menjadi media yang baik bagi virus ini. Minuman yang sumbernya sudah tercemar 9oleh virus hepatitis A juga bisa menjadi sumber penularan.

Saling berbagi tempat makan atau minum tidak akan menularkan oenyakit ini. Kecuali, jika penderitanya tidak memperhatikan kebersihannya, misalnya tidak mencuci tangan dengan baik sehabis buang air besar (BAB) kemudian makan bersama. Dengan demikian, tangannya sudah terkontaminasi oleh virus hepatitis A yang terdapat di fesesnya. Dengan kata lain percikian ludah tidak menyebabkan seseorang tertular hepatitis A.

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Hepatitis B

Orang-orang yang beresiko tertular hepatitis B biasanya adalah orang yang :

  • Orang dengan perilaku seksual beresiko tinggi
  • Berhubungan/ kontak erat dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B
  • Pemakaian obat-obatan narkoba suntik
  • Pasien penerima transfusi darah
  • Resiko pekerjaan yang berhubungan dengan penyakit hepatitis B, termasuk petugas kesehatan
  • Turis yang bepergian ke daerah endemis hepatitis B

Cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi hepatitis B adalah vaksinasi. Pemerintah sudah memasukkan vaksinasi hepatitis b dalam program imunisasi dasar pada bayi berusia 0-11 bulan.

Alasan pentingnya vaksinasi hepatitis pada bayi yang baru lahir atau ketika beberapa minggu waktu kelahiran, karena:

vaksinasi-hepatitis-B- Penularan hepatitis B pada bayi lahir dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin HBsAg pada ibu-ibu hamil dan pemberian imunisasi pencegahan pada bayi lahir yang terpapar. Bila tidak diketahui status HBsAg ibunya, vaksinasi hepatitis B direkomendasikan untuk bati segera setelah lahir dan sebelum pulang dari rumah sakit. Hal ini merupakan jaring pengaman untuk mencegah penularan infeksi virus hepatitis B dari ibu yang tidak diperiksa.

- Saat ini tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut.

- Hepatitis B kronis dapat diterapi dengan obat namun biaya mencapai ribuan dolar dalam sekali melakukan terapi hepatitis ini dan tidak terjangkau pada kebanyakan pasien dinegara berkembang, khususnya Indonesia.

Vaksinasi dapat  dilakukan saat usia bayi 0-1-6 bulan kelahiran. Vaksinasi primer terhadap infeksi virus hepatitis B terdiri dari 3 dosis yang dimulai pada sat lahir. Dosis vaksinasi kedua diberikan 1 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Posted in Pencegahan Hepatitis, Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , | Leave a comment

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sekitar 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B dan 350 juta diantaranya hidup dengan infeksi kronis. Setiap tahun ada lebih dari 4 juta kasus hepatitis B akut dan 25% manjdi kanker kronis. 1 juta orang setiap tahun meninggal akibat hepatitis kronis, sirrosis dan kanker hati. Didunia 80% kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis B dan dikenal sebagai penyebab kanker kedua setelah tembakau.

Virus hepatitis dapat menular melalui daraj dan cairan tubuh manusia. Beberapa penularan yang umum terjadi dinegara berkembang :

1. Perinatal (dari ibu kepada bayinya saat melahirkan.

2. Infeksi pada masa kanak-kanan akibat kontak dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B.

3. Pengguna jarum suntik yang tidak aman.

4. Tranfusi darah dan kontak seksual

Dinegara maju penularan terjadi pada dewasa muda melalui hubungan seksual dan pemakaian narkoba suntik. Virus hepatitis B dapat menyebabkan infeksi akut dengan gejala yang berlangsung beberapa minggu biasanya akan timbul kuning pada kulit dan mata, air seni berwarna gelap, kelelahan sangat, mual dan muntah, sakit perut. Proses penyembuhan bisa berlangsung beberapa bulan hingga setahun dan bisa menjadi infeksi kronis dan berkembang menjadi sirrosis atau kanker hati.

Penderita hepatitis B akan menjadi kronis tergantung usia terinfeksi, 90% bayi yang terinfeksi pada tahun pertama akan berkembang menjadi infeksi kronis, 30-50% anak yang terinfeksi pada usia 1-4 tahun akan menjadi kronis. sekitar 25% penderita dewasa hepatitis B kronis yang terinfeksi sejak masa kanak-kanak akan meninggal akibat kanker hati atau sirrosis.

 

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Hepatitis

Pada umumnya, penyakit hepatitis dapat disembuhkan namun tergantung pada apakah anda terinfeksi saat dewasa, anak-anak atau bayi, dan bagaimana tingkat antbodi anda.
Kebanyakan orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B akut akan sembuh tanpa masalah. Tetapi sayangnya, sebagian besar bayi dan anak-anak terinfeksi akan mengembangkan infeksi hepatitis B kronis.
- 90% orang dewasa akan menyingkirkan virus dan sembuh tanpa masalah; 10% akan mengembangkan hepatitis B kronis.
- 40% anak-anak akan menyingkirkan virus dan sembuh tanpa masalah; 60% akan mengembangkan infeksi hepatitis B kronis.
- 90% bayi akan menjadi kronis terinfeksi, hanya 10% akan mampu menyingkirkan virus.

Orang dengan hepatitis B kronis akan memiliki infeksi ini seumur hidup. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan secara total hepatitis B kronis sekali terinfeksi.

Hanya ada obat yang dapat membantu mengelola penyakit ini.
Pada hepatitis C, sekitar 20-50% penderitanya bisa sembuh spontan. Pasien yang sembuh dengan sendirinya biasanya memilki tingkat antibodi HCV rendah. Koinfeksi virus hepatitis C dengan virus hepatitis B (HBV) dan A(HAV) dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih tinggi untuk pemulihan diri.
Para peneliti mengatakan bahwa infeksi HBV mengganggu replikasi HCV, yang akhirnya akan mengakibatkan penghapusan virus. HCV dengan koinfeksi virus hepatitis A juga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk pemulihan diri, kemungkinan karena mekanisme serupa.

 

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis B dan C

Kebanyakan orang tidak menyadari telah terinfeksi virus hepatitis B atau C, mereka harus menjalani tes darah untuk mengetahuinya.
Mereka yang beresiko lebih tinggi terkena hepatitis B, antara lain:
- Berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi dengan HBV
- Berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan
- Pria dan berhubungan seks dengan pria lain
- Mereka yang tinggal dirumah yang sama dengan seseorang yang memiliki infeksi HBV kronis.
- Memiliki pekerjaan yang melibatkan kontak dengan darah manusia
- Pengguna obat terlarang atau narkoba
- Penderita hemofilia
- Mereka yang sering melakukan perjalanan ke daerah-daerah terjangkitnya HBV
- Memiliki penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

Sedangkan mereka yang beresiko tinggi terkena hepatitis C adalah :

- Pengguna narkoba intravena
- Mereka yang berhubungan seksual dengan banyak pasangan
- Mereka yang memiliki tato atau menindik tubuh dilakukan dengan alat tidak steril
- Siapapun yang pernah menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum 1992 atau faktor pembekuan yang diproduksi sebelum 1987.
- Pasien hemodialisis.
- Anak-anak yang lahir dari ibu yang terinfeksi secara kronis.
- Orang dengan tingkat abnormal enzim hati dalam darah.

Posted in Penyebab Hepatitis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment