Penyebab Hepatitis

Penyebab hepatitis biasanya terjadi karena adanya infeksi atau terdeteksi adanya virus yang bersarang pada tubuh. Penyebab hepatitis banyak sekali yang pada umumnya memang disebabkan karena adanya virus seperti dari tipe hepatitis A, B, C, D atau E. Penyebab lainnya juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi virus yang bernama mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab non virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Penyebab hepatitis timbul dari awal mula dilihat dari segi kebersihan lingkungan dan bagaimana manusia itu sendiri menjaga kebersihan diri dan lingkungan disekitar mereka tinggal baik di lingkungan rumah dan tempat dimana bekerja.

Berikut ini ada beberapa penyebab dari hepatitis yang dilatar belakangi adanya virus dari tiap tipe atau jenis hepatitis itu sendiri :

1. Virus Hepatitis A ( VHA)

Penyebaran dan penularan dari virus hepatitis A ini mudah sekali untuk dikenali dan hepatitis A ini merupakan salah satu jenis hepatitis ringan. Infeksi virus hepatitis A (VHA) umumnya tidak sampai melukai yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan fungsi hati (liver) menjadi parah atau kronis. Kebanyakan dari mereka yang terkontaminasi virus hepatitis A ini penularan dapat melalui feses akibat buruknya tingkat kebersihan, selain melaui feses penularan juga dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A ini.

Gambar : virus hepatitis A

2. Virus Hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu jenis hepatitis yang cukup berbahaya dari jenis hepatitis lainnya. Hepatitis B menduduki tingkat 10 % untuk kasus yang paling banyak seseorang yang menderita hepatitis B yang kemudian akan berkembang menjadi hepatitits akut atau kronis. Hepatitis B dapat timbul karena adanya infeksi virus yang dibawa dari hepatitis B itu sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah Virus Hepatitis B (VHB).

Namun umumnnya mereka yang terserang hepatitis B ini tidak mengalami gejala-gejala medis yang begitu nyata, seperti adanya kelainan dan atau gangguan kesehatan lainnya. Orang tersebut dapat dikatakan sebagai pembawa VHB atau carrier VHB. Seseorang yang memiliki carrier atau pembawa virus hepatitis B atau VHB ini sebenarnya memiliki sistem pertahanan tubuh yang cukup baik sehingga virus hepatitis B menjadi tidak aktif, VHB yang tidak aktif akan menyebabkan mekanisme pertahanan tubuh tidak dapat mengenalinya sebagai musuh sehingga sistem imun tubuh tidak melakukan perlawanan, namun keadaan akan berbalik apabila pertahanan tubuh menurun, maka akan memberikan peluang pada virus hepatitis B ini untuk berkembang dan kemudian akan memperlihatkan gejala nyata pada hepatitis.

Gambar : virus hepatitis B

Virus hepatitis B yang semakin berkembang akan menjadi hepatitis akut atau kronis dan keadaan ini akan semakin memperburuk keadaan hepatitis dan pada akhirnya akan terjadi sirosis (kerusakan fungsi hati), dan kanker hati yang dapat mengakibatkan kematian. Virus hepatitis B ini dapat ditularkan melalui darah, air liur, air susu ibu, cairan vagina atau sperma, jarum suntik yang dipakai secara bergantian, gunting kuku yang digunakan secara bergantian, pisau cukur bahkan sampai melalui hubungan seksual.

3. Virus Hepatitis C

Penularan yang disebabkan karena adanya virus hepatitis C paling sering ditularkan melalui pemakaian obat yang menggunakan jarum suntik dan digunakan bersama-sama. Kebanyakan terjadi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit gangguan fungsi hati dan alkoholik yang menyebabkan menderita hepatitis C.

Diketahui sekitar 80 % infeksi virus hepatitis C ini berkembang menjadi hepatitis kronis yang dapat menyebabkab sirosis atau kerusakan fungsi, perdagangan fungsi jati yang semakin berat sampai terjadi kanker hati.

Gambar : penyebaran virus heptitis C

4. Virus Hepatitis D

Hepatitis D merupakan adaptasi dari hepatitis B, yang dilatar belakangi oleh adanya virus hepatitis D atau VHD yang ukurannya sangat kecil dan sangat tergantung pada virus hepatitis B, virus hepatitis D ini memerlukan selubung atau jaringan dari virus heptitis B yang dapat melukai sel-sel hati (liver). Gejala dari hepatitis D ini sama dengan gejala hepatitis B.

Gambar : virus heptitis D

Seseorang yang terjangkit virus hepatitis B dan D akut secara bersamaan, namun sebagian besar dapat sembuh dengan sendirinya tergantung dari pertahanan tubuh untuk melawan virus hepatitis B. Penderita hepatitis B bila sudah terkena atau terjangkit hepatitis D akut dapat berubah menjadi kronis yang kemudian akan mengakibatkan sirosis atau kerusakan fungsi hati dalam jangka waktu yang relatif singkat. Penderita hepatitis D ini banyak ditemukan pada mereka pecandu obat-obatan terlarang.


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Penyebab Hepatitis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>